Dinyatakan Pailit, Pabrik Pengalengan Ikan Sarden di Banyuwangi PHK 81 Karyawan

d4ecd2df-1f04-4eff-b862-f0febc364608_169

(SuaraIndonesia.co.id) Sebanyak 81 karyawan PT Blambangan Food Packers Indonesia di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, di PHK (pemutusan hubungan kerja).

Hal itu lantaran pabrik yang bergerak di usaha pengalengan ikan sarden itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Tata Niaga Surabaya.

Kasi Pengembangan Hubungan Industrial Disnakertrans Banyuwangi, Muhammad Rusdi mengatakan, pabrik tersebut telah resmi pailit sejak November 2022 lalu.

Pabrik tersebut pailit karena pihak debitur mengalami kesulitan untuk melunasi hutangnya.

“Kurang lebih ada 81 karyawan Blambangan Food Packers yang ikut terkena dampaknya. Mereka telah di PHK karena perusahaan pailit,” ucap Rusdi, Rabu (11/1/2023).

Ia menyebut, pengadilan tata niaga telah menunjuk kurator yang bertugas melakukan pengurusan dan pemberesan pada harta pailit di PT. Blambangan Food Packers Indonesia.

Saat pengadilan niaga menyatakan perusahaan dalam keadaan pailit, maka perusahaan kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit.

“Hak karyawan sudah diselesaikan oleh pihak kurator. Kemarin laporannya akhir 2022 yang kami terima, dari kurator sudah mengajukan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja,” ujarnya.

Rusdi menambahkan, sepanjang 2022 total ada 159 pekerja yang di PHK dari 14 perusahaan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Mayoritas ratusan karyawan terkena PHK tersebut disebabkan lantaran perusahaan mengalami kendala hubungan industrial.

“Sepanjang 2022 kemarin, paling banyak karyawan yang di PHK dari Food Packers itu karena mereka pailit. Untuk faktor penyebab PHK, selain pailit juga dipengaruhi oleh hubungan industrial,” jelasnya.

Posted in